Senin, 06 Februari 2012

GIZI


­­­­­­­Gizi






BEBERAPA ISTILAH DAN PENGERTIAN
A.      Ilmu Gizi
  Ilmu yang mempelajari makanan yang diperlukan (berhubungan ) dengan kesehatan
  Kata Gizi berasal dari bahasa Arab, yaitu gidza yang atinya makanan atau Ilmu Gizi adalah suatu cabang Ilmu Pengetahuan yang khusus mempelajari hubungan antara makanan dan Kesehatan Tubuh, (PIN Dietetik, 2003). Di Indonesia jumlah Tenaga Gizi yang tersebar baik dipelayanan maupun di pendidikan adalah (Depkes, 2003) sebanyak 10,685 orang atau 2,37 % dari total Tenaga Kesehatan.

1.       Zat gizi : bahan (zat kimia) yang terdapat dalam makanan yang diperlukan untuk kesehatan
2.       Makanan
 Bahan (tidak termasuk obat) yang menagndung zat  gizi atau zat kimia yang dapat diubah menajdi zat gizi oleh tubuh
3.       Diet : Susunan bahan makanan dalam sehari yang disusun untuk keperluan tertentu
4.       Status Gizi : Keadaan tubuh sebagai dampak dari konsumsi makanan, dapat diukur dari  Fisik (anatmis), klinis dan biokemia
5.       RUANG LINGKUP ILMU GIZI
Mulai dari produksi lalu diolah dengan teknologi dibeberapa industri lalu didisribusikan ke pasaran selanjutnya di olah oleh Ibu rumah tangga untuk keluarganya dari situlah kita ketahui bagaimana pola konsumsi dari bahan makanan itu dikonsumsi oleh masyarakat atau keluarga tersebut apakah memenuhi pola konsumsi yang semestinya atau belum dan dari situlah kita dapat menyimpulkan apakah menimbulkan penyakit akibat gizi yang dikonsumsinya atau bagi yang memerlukan gizi tersebut lalu makanan yang kita konsumsi itu mengalami proses pencernaan dan metabolisme menjadi zat gizi (nutrient)  di dalam tubuh yang mana digunakan untuk berbagai keperluan  dan  aktivitas baik diluar maupun aktivitas yang dilakukan oleh organ-organ tubuh kita seperti jantung,ginjal dan hati yang mana akan melakukan kerjanya tentunya memerlukan asupan gizi yang seimbang.
6.       Zat gizi dapat dikelompokkkan menjadi 3 kelompok besar
Zat gizi
1.       Makro nutrient
2.       Mikro nutrient
3.       Non nutrient food

Makro nutrient meliputi:
1.       Karbohidrat
2.       Protein
3.       Fat
Mikro nutrient meliputi:
1.       Mineral
2.       Vitamin
Non nutrient food
1.       Flavonoid
2.       Isoflavon

B.      Kebutuhan Zat Gizi
Merupakan gambaran banyaknya zat gizi yang diperlukan oleh setiap orang agar dapat hidup sehat.apabila seseorang mengalami kekurangan zat gizi maka akan terjadi:
1.       Lapar
2.       Berat badan menurun
3.       Produktivitas kerja menurun
4.       Gizi kurang dan buruk
5.       Kematian.
Sedangkan apabila mengalami kelebihan gizi
1.       Akan terjadi timbunan lemak/gemuk
2.       Gangguan absorbsi dan toksik
3.       Dan akan menjadi penyakit degeneratif

1.       Angka kecukupan gizi (AKG)
Guna dilakukannya mengukur angka kecukupan gizi adalah:
1.       Menilai konsumsi gizi
2.       Bisa diterapkan pendidikan gizi kepada masyarakat
3.       Melakukan perencanaan makanan tambahan
4.       Perencanaan penyediaan pangan regional/nasional
5.       Patokan label pangan
Faktor-faktor yang mempengaruhi angka kecukupan gizi seseorang adalah:
1.       Umur : semakin besar umur maka tingkat kecukupan gizi semakin tinggi/banyak
2.       Aktivitas : semakin berat suatu aktivitas yang dilakukan seseorang maka tingkat kebutuhan gizi semakin banyak
3.       Jenis kelamin : tingkat gender antara laki-laki dengan perempuan sangat berbeda dalam memenuhi tingkat kebutuhan gizinya
4.       Ukuran tubuh
5.       Keadaan fisiologi
Kebutuhan yang diperlukan oleh manusia terdiri 5 kelompok besar dan 45-50 macam zat gizi diantaranya adalah:
-          Energi : 50-60% Karbohidrat.12-15% Protein,<30%  Lemak
-          10 asam amino esensial
-          3 lemak esensial
-          14 macam vitamin
-          15-19 mineral
-          Serat
-          Air
Dalam penyusunan menu seimbang ditentukan oleh:
-          Gizi : sesuai dengan kecukupan yaitu dimana gizi yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan oleh seseorang tersebut yang memenuhi standar kecukupan gizi
-          Preferensi : Kesukaan yaitu dimana gizi yang diperlukan oleh seseorang sesuai dengan kesukaan dalam memenuhi gizi yang seimbang
-          Ekonomi : Daya beli yaitu dimana tingkat pemenuhan menu gizi yang seimbang tergantung dari daya beli dari masyarakat itu sendiri apakah memenuhi standar menu gizi yang seimbang atau bahkan sebaliknya
Keadaaan sakit dan penyembuhan
Dalam keadaan sakit kita memerlukan makanan yang bergizi yang berguna untuk recovery yang mana dalam kondisi sakit selera makan turun sehingga konsumsi turun sehingga kita banyak kehilangan zat gizi dan terjadi defisiensi zat gizi dan cara penanggulangannya adalah dengan terapi diet.
2.       Kebutuhan Energi
Energi dibutuhkan untuk :
        Metabolisme Basal : yaitu dimana energi tersebut dibutuhkan tubuh untuk mempertahankan kehidupan
        Kerja Luar : yaitu dimana energi tersebut dibutuhkan oleh tubuh untuk melakukan kerja diluar atau melakukan aktivitas
        Pertumbuhan:  yaitu dimana energi atau asupan makanan yang kita butuhkan untuk pertumbuhan baik secara fisik maupun perkembangan mental
        Mempertahankan suhu tubuh: yaitu dimana makanan tersebut akan menghasilkan energi sebagai bahan bakar dalam tubuh kita sehingga menormalkan kembali suhu tubuh kita
Faktor yang mempengaruhi kebutuhan energi :
1.       BB :  yaitu semakin tinggi berat badan maka tingkat kebutuhan energi semakin banyak yang dibutuhkan oleh tubuh
2.       Aktivitas fisik : semakin berat aktivitas fisik yang kita lakukan maka kebutuhan energi yang dibutuhkan oleh tubuh semakin banyak pula dan begitu pula sebaliknya
3.       BMR
4.       Metabolisme :  semakin tinggi tubuh melakukan metabolisme maka kebutuhan energi pada waktu itu semakin tinggi
5.       Suhu Tubuh
6.       Seks : tingkat seks seseorang sangat  mempengaruhi kebutuhan energi seseorang tersebut
7.       Pertumbuhan dan Pembentukan jaringan baru
8.       Produksi ASI: semakin banyak produk ASI yang dihasilkan maka semakin banyak pula memerlukan kebutuhan energi yang diperlukan bagi ibu yang menyusui
9.       Stress yaitu semakin tinggi tingkat stress maka akan semakin tinggi pula tingkat energi yang dibutuhkan

3.       Kebutuhan Protein
Menaksir kebutuhan protein :
        Keseimbangan nitrogen
        Asam amino esensial
Faktor yang mempengaruhi :
        BB
        Usia
        Seks
        Infeksi
        Proses penyembuhan/pertumbuhan
        Kualitas protein
Kebutuhan :
10 – 15% x total energi
Anak : 1, 5 – 2 gr/kg BB
Remaja : 1 – 1,5 gr/kg BB
Dewasa : 0,8 – 1 gr/kg BB
4.       Kebutuhan Lemak
-          < 30% dari total kalori (Indonesia : 25%)
-          Asam lemak esensial (3%) : as.linoleat, linolenat dan arkhidonat

5.       Kebutuhan Vitamin
Berdasarkan :
-          Kebutuhan harian
-          Cadangan
Kebutuhan Energi  (E) dan Protein (P) diutamakan karena :
1.       Kebutuhan Energi (E) & Protein (P) cukup  maka Vitamin (V) & Mineral (M) terpenuhi (jika konsumsi pangan beragam )  
2.        Kurang konsumsi Energi (E) lebih dini diketahui
3.       Dampak kurang konsumsi Energi (E) & Protein (P) lebih berbahaya yang mana akan menimbulkan berbagai penyakit dan masalah kesehatan
4.       Tingkat konsumsi Energi (E) & Protein (P) :  indikator kecukupan pangan wilayah
C.      Masalah Gizi Utama di Indonesia
Yaitu kebanyakan orang indonesia mengalami kekurangan gizi yang meliputi:
1.       Kurang gizi makro,yaitu berupa energi dan protein
2.       Kurang gizi mikro yaitu seperti yodium,bsi ,zink,selenium,vitamin
Dan bahkan ada yang mengalami kelebihan gizi sehingga menyebabkan diantaranya adalah:
1.       overweight dan obesitas
2.       Hiperlipidemia dan hipercholesteolmia
Dan tentunya masalah yang dialami diatas merupakan masalah berat dimana setiap tahunnya jumlah penderitanya terus meningkat
1.       Besar dan beratnya masalah gizi di Indonesia
Besanyar masalah gizi yang dialami di indonesia tentunya kita lihat dari beberapa segi diantaranya yaitu:
1.       Dilihat dari luasnya wilayah yang terkena 
2.       Banyak jenis masalah gizi
3.       Banyaknya   penduduk yang terkena
Berat masalah dilihat dari beratnya akibat terhadap kehidupan, seperti kematian dan cacat
2.       Masalah Gizi Utama yang dialami di indonesia adalah
Kekurangan Gizi
1.       Kurang Energi Protein (KEP)
2.       Anemia Gizi
3.       Kurang Vitamin A
4.       Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI)
Kurang Energi Protein
1.       Kurang Kalori Protein
2.       Gizi Kurang/Gizi Buruk
3.       Malnutrisi: Marasmus – Kwashiorkor
Dampak: 
1.       fisik yaitu akibat kekurangan gizi yang dialami dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya fisik seseorang yaitu memilki fisik yang kurus
2.       Intelektual : akibat kekurangan gizi dapat mempengaruhi tingkat intelektual seseorang karena otak butuh nutrisi sehingga perkembangan otaknya menjadi lambat
3.       Kekebalan tubuh : akibat kekurangan gizi dapat juga mempengaruhi sistem imun menjadi lemah karena kurangnya asupan makanan yang bergizi bagi tubuh karenabutuh akan hal itu untuk bertahan dari serangan penyakit
4.       Kesakitan  : dan akibat jangka lama dapat mengalami kesakitan pada tubuh atau penyakit diantaranya adalah marasmus
5.       Kematian : dan apabila tidak ditanggulangi secara cepat maka dapat menyebabkan kematian

Akibat gizi kurang maka tingkat perkembangan otak seseorang menjadi lambat dan bahkan menyebabkan infeksi sehingga mutu seseorang tersebut menjadi rendah dan menjadi beban bagi mereka yang mengalami akan hal itu karena hanya melahirkan orang-orang yang daya tangkapnya kurang
Jika kita bandingkan dengan otak yang telah mencukupi nutrisi dan gizinya perkembangan otaknya terisi semua  sehingga menghasilkan generasi yang anak cerdas dan produktif dan memilki mutu SDM yang tinggi dan sekaligus merupakan aset yang dimilki dan sukses dalam berkarir dan menempuh pendidikan
3.       Penyebab timbulnya kurang gizi adalah:
Jika kita lihat dari Tingkat Makro:
1.       KEP berat dengan keadaan status ekonomi
2.       Penurunan KEP = penurunan kelompok dibawah garis kemiskinan
3.       Ketersediaan pangan : ketersediaan pangan angat bergantung sekali dalam peningkatan gizi apakah suatu keluarga tersebut tahan pangan atau tidak
Tingkat Mikro:
  1. Tingkat kesehatan (infeksi)
  2. Sanitasi lingkungan : sanitasi lingkungan sangat berpengaruh sekali dalam mendukung hal ini apakah suatu lingkungan tersebut bersih atau malah sebaliknya
 Program intervensi
Yaitu melalui Program UPGK meliputi:
a)      penimbangan balita,
b)      KIE,
c)       pemanfaatan pekarangan,
d)      PMT,
e)      oralit,
f)       kapsul vit A : melalui posyandu
 Anemia Gizi
Terbanyak dari kasus terjadinya anemia gizi adalah karena defisiensi zat besi
Akibat yang ditimbulkan adalah:
a)      Kemampuan intelektual menjadi berkurang atau menurun
b)      Produktifitas kerja : yaitu akan terjadi penurunan produktivitas kerja
c)       Morbiditas anak
d)      Mortality ibu
e)      BBLR dan keguguran
Penyebab Anemia Gizi
a)      Jumlah Fe tidak cukup dalam makanan : karena kurangnya mengkonsumsi makanan yang mengandung kaya akan zat besi
b)      Absorbsi Fe rendah : yaitu tubuh kurang mengabsorbsi Fe oleh sebab itu perlunya vitamin penambah darah atau tablet Fe
c)       Kebutuhan naik
d)      Kehilangan darah : disebabkan karena kecelakaan yang menyebabkan kekurangan darah dan berimbas kurangnya Fe dan Hb



Program intervensi
a)      Pemberian tablet besi pada ibu hamil (Posyandu dan Puskesmas)yang mana akan meningkatkan kembali Fe dan Hb dari ibu hamil tersebut sehingga sang bayi dan ibu selamat dari proses persalinan dan lahir sehat
b)      KIE (penyuluhan gizi): yaitu dengan memberikan penjelasan kepada ibu-ibu hamil betapa pentingnya menjaga kesehatan tubuh dalam hamil
c)       Fortifikasi makanan: dalam taraf penelitian  Garam dan mie diproduksi dibanyak produsen

Kekurangan Vitamin A  








Sebab:
  1. Keadaan sosial ekonomi : yaitu yaitu penghasilan dari keluarga yang kurang mampu tidak mencukupi akan hal itu
  2. Ketidaktahuan : pengetahuan yang kurang dari masyarakat akn makanan yang memilki kandungan vitamin A
  3. Akibat infeksi
  4. Kekurangan ASI: akibat bayi yang kekurangan ASI maka sang anak mengalami resiko anemia
Program intervensi
a)      Distribusi kapsul vitamin A pada anak-anak : tentunya hal itu didistribusikan melalui puskesmas atau posyandu
b)      Fortifikasi makanan: dalam taraf penelitian .Perubahan warna makanan
Gangguan Akibat Kekurangan Iodium
Akibat GAKI:             
  1. Pembesaran kelenjar iodium : kelenjar gondok
  2. Gangguan pertumbuhan (cebol, bisu, tuli): akibat kekurangan yodium maka akan menghambat pertumbuhan seseorang
  3. Gangguan mental: gperkembangan mental akan terganggu
  4. Gangguan neuro motor
Besarnya masalah
Didaerah endemik: pegunungan di beberapa propinsi di Indonesia: karena orang gunung jarang mengkonsumsi garam yang mengandung yodium ini disebabkan karena wilayahnya yang terlalu terisolir dan jarang pula orang gunung itu yang datang ke kota dalam memenuhi kebutuhan garam-garaman yang beryodium

Apa yang terjadi bila IBU HAMIL (BUMIL) menderita kekurangan YODIUM ?  
  1. Abortus (keguguran):
  2. Anak lahir mati
  3. Anak lahir prematur
  4. Anak lahir Kretin
  5. Anak lahir tapi dengan berbagai ragam   cacat
KEKURANGAN YODIUM DIDERITA OLEH BAYI DAN  ANAK 
  1. Pertumbuhan anak terganggu (kecil dan pendek)
  2. Tingkat kecerdasan rendah (anak bodoh)
  3. Malas dan tidak mempunyai inisiatif
  4. Sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar
Program intervensi
a)      Program iodisasi garam
b)      Program penyuntikan preparat beriodium
c)       Penyuluhan : yaitu dengan penjelasan yang diberikan kepada masyarakat akan kebutuhan yodium dalam kehidupannnya sehai-hari
d)      Iodisasi air
e)      Tetes iodium
Masalah Gizi lain
  1. Muncul Obesitas
  2. Prevalensi: wanita diatas usia 40 tahun: mencapai 30% overweight dan obese
Akibat yang ditimbulkan obesitas adalah : PJK, kanker, diabetes melitus, hipertensi
Untuk hidup tubuh membutuhkan zat gizi
  1.  Hidarat Arang
  2.  Protein
  3.  Lemak
  4.  Vitamin
  5.  Mineral
  6.  Air
Bahan Makanan Pokok
a)      Proporsi cukup besar
b)      Sumber utama energi
c)       Sumber protein
Bahan makanan lauk pauk
Sumber utama protein
Bahan makanan sayur dan buah
a)      Sumber vitamin dan mineral
b)      Sumber energi
Fungsi Makanan
  1. Sumber zat pembangun :    ikan, telur, ayam, daging, susu, keju, kacang-kacangan, tempe, tahu, oncom (LAUK-PAUK)
2.       Sumber zat pengatur : sayuran dan buah-  buahan
3.       Sumber energi  : beras, jagung, gandum, ubi  kayu, ubi jalar,   kentang, sagu, roti, mie, pisang  dll  (PANGAN POKOK)
Kebutuhan zat gizi
  1. Basal metabolism rate (aktifitas dasar)
  2. Aktifitas fisik
  3. Tumbuh-kembang
  4. Pengganti jaringan yang rusak
  5. Pertahanan tubuh
Energi dibutuhkan untuk

1. Metabolisme basal
 2. Aktifitas fisik
3. Pencernaan
Metabolisme basal diperlukan untuk Mempertahankan :
a)      Tegangan jaringan
b)      Suhu tubuh
c)       Aktifitas pernafasan, jantung, pencernaan

D.      Menilai status gizi
Beberapa cara menilai status gizi adalah dengan cara berikut:
1.       Pengukuran antropometri
2.       Pemeriksaan gejala-gejala klinik
3.       Pemeriksaan biokimia darah
Penilaiannya adalah dengan cara:
1.       Membandingkan ukuran-ukuran itu dengan standar baku
2.       Melihat rasio (perbandingan) beberapa ukuran,seperti BB menurut tinggi badan
3.       Mengkombinasikan beberapa ukuran sekaligus
Contoh:
TB  Menurut umur,dikombinasikan dengan BB menurut Tinggi Badan (TB)
Baku rujukan atau standar dipakai:
1.       Tanner,dari penelitian Tanner di inggris
2.       Harvard dari penelitian Stuart
3.       WHO NCHSdan dipakai sebagai standar baku di seluruh dunia
Tujuan dilakukan pengukuran adalah:
1.       Pemantauan status gizi apakah gizi yang dimiliki seseorang tersebut telah mencukupi atau mengalami kekurangan atau gizi buruk
2.       Dapat menjadi Survei gizi tiap tahunnya apakah gizi di indonesia telah mencukupi
3.       Dan dapat pula menjadi tes skrining
Pengukuran antropometri
Paling sering digunakan dan paling mudah dan praktis.ukuran-ukuran yang paling sering digunakan adalah:
1.       Tinggi badan(TB)
2.       Berat badan (BB)
3.       Lingkar lengan atas( LILA)
Pada orang dewasa sering dipakai lingkaran perut,lingkaran paha,lingkaran pinggul.pengukuran yang paling umum dan banyak dipakai pada orang dewasa adalah Body Mass Index (BMR)
Peralatan yang digunakan dalam mengukur adalah:
1.       BB: timbangantanpa per,dacin.elektronik timbangan bayi(perlu ditera,pembacaan nomor berat jelas)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar